Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013
Kamarku Cerminan Diriku Wisma Xaverian Skolastikat B bagian ujung paling barat lantai dua dekat kamar mandi, di sanalah letak kamarku berada. Sebuah pintu yang berwarna coklat pernis tanpa hiasan apapun kecuali sebuah nama yang terpampang di bagian atas tengah, Fr. Gregorius Purba Nagara. Pintu itu seperti sebuah jembatan antara kisahku dalam permenungan waktu studi dan istirahat. Pintu itu juga menjadi bagian dari hidupku yang amat berharga. Semua hartaku berada di balik pintu itu. Satu hal yang perlu diingat yaitu tidak ada privasi yang harus kujaga dengan ketat, pintu kamarku tidak pernah terkunci sebab privasi terpenting hanyalah ada di dalam hatiku, sedangkan di balik pintu itu adalah harta duniawiku. Tanpa berpikir panjang untuk merenung aku langsung membuka pintu itu dan merasakan kelegaan yang luar biasa seusai kegiatan kuliah yang amat melelahkan. Aroma lavender dari pengharum ruangan Stella all in one menjadi ciri khas dari ruanganku. Udara yang sejuk dan ruangan yang cukup...

Sejarah Agama Kristiani

INKUISISI SEJARAH PERKEMBANGAN INKUISISI Gereja Katolik memiliki sejarah yang amat keras. Pada masa yang disebut sebagai Gereja Purba, umat Kristiani rela untuk mengorbankan nyawanya demi mempertahankan imannya akan Yesus Kristus. Dalam perkembangannya, Gereja Katolik pun harus melawan para bidah dan penentang ajaran iman Katolik. Tekanan dari dalam dan luar tubuh gereja menjadi semakin kuat dan berkembang. Dalam perjalanan sejarah Gereja Katolik, Gereja juga mengambil langkah yang tegas dengan membentuk sebuah lembaga resmi yang memakai bantuan negara untuk mengidentifikasi, menangkap, mengadili dan menghukum bidah atau pengajar sesat yang disebut sebagai inkuisisi . Pada awalnya inkusisi memberi hukuman berupa ekskomunikasi, tetapi ketika agama Kristen menjadi agama resmi kekaisaran, hukuman itu berkembang menjadi lembaga peradilan yang keras, bahkan berujung pada penyiksaan bahkan kematian. Gereja Katolik mulai mengenal inkuisisi pada abad IV. Inkuisisi yang pertama adalah...